PUSAT DATA DAN INFORMASI

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

 

1. Layanan Jaringan

Koneksi jaringan komputer baik publik maupun privat (private network) yang berbasis protokol TCP/IP.

 

2. Layanan Collocation

Layanan penitipan tempat untuk meletakan server yang dipergunakan untuk hosting

 

3. Layanan Hosting

Jasa internet untuk membuat halaman website yang telah dibuat menjadi online dan bisa diakses publik.

 

4. Video Conference

Layanan telekomunikasi interaktif melalui audio dan video

 
Kumpulan data infografis yang dibuat oleh Pusat Data dan Informasi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Jalan Menuju Interoperabilitas

Dipublikasikan Pada : WED, 18 NOV 2015, Dibaca : 1.510 Kali
Upaya penting dalam pemanfaatan teknologi informasi di bidang kesehatan adalah layanan interoperabilitas antar sistem, guna mewujudkan peningkatan ketersediaan data dan penggunaan informasi kesehatan itu sendiri. Sistem yang terpisah-pisah dapat menghambat efektifitas perangkat teknologi informasi bidang kesehatan, termasuk juga dengan catatan rekam medis elektroniknya.

Interoperabilitas memungkinkan informasi kesehatan dipertukarkan sewaktu-waktu, antara tenaga medis yang berbeda, entitas lain yang berwenang, dan pasien, dalam kondisi aman, rahasia serta perlindungan data lainnya. Interoperabilitas diperlukan untuk mengetahui riwayat perawatan pasien dan selalu terjamin ketersediannya saat diperlukan oleh tenaga medis. Hal ini akan mendukung tenaga medis membuat keputusan berdasarkan fakta yang akan menekan kesalahan medis dan pada akhirnya akan mendukung pembiayaan kesehatan yang efektif. Pola interoperabilitas ini seringkali dikenal dengan istilah Health Information Exchange (HIE).

Layaknya sebuah jalan penghubung, layanan HIE menghubungkan unit-unit layanan kesehatan serta beragam sistem pendukungnya (kependudukan, asuransi, dan lainnya). Pada dasarnya HIE mengikuti paradigma Service-Oriented Architecture (SOA), dan penerapannya menggunakan layanan berbasis web dalam bentuk ketersediaan Enterprise Service Bus (ESB).
SOA, adalah sebuah arsitektur kerangka kerja berbasis standar terbuka yang memungkinkan aplikasi-aplikasi yang memiliki sumber kode atau platform yang berbeda-beda dapat berkomunikasi.

Dengan adanya SOA kita dapat memanfaatkan data kependudukan dari Kemendagri dan data kepersertaan dari BPJS Kesehatan yang dapat digunakan untuk kepentingan aplikasi-aplikasi di Kementerian Kesehatan.

Berdasarkan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerjasama yang telah dibuat dengan Kemeterian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan saat ini secara teknis telah berhasil melakukan pemafaatan data kependudukan Kemendagri untuk digunakan pada Aplikasi Buku Tamu.

Dan telah disiapkan pemanfaatan data kependudukan dan data kepersertaan BPJS untuk Aplikasi Komunikasi Data dan Aplikasi SIKDA Generik.

Informasi Terkait Lainnya