PUSAT DATA DAN INFORMASI

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

 

1. Layanan Jaringan

Koneksi jaringan komputer baik publik maupun privat (private network) yang berbasis protokol TCP/IP.

 

2. Layanan Collocation

Layanan penitipan tempat untuk meletakan server yang dipergunakan untuk hosting

 

3. Layanan Hosting

Jasa internet untuk membuat halaman website yang telah dibuat menjadi online dan bisa diakses publik.

 

4. Video Conference

Layanan telekomunikasi interaktif melalui audio dan video

 
Kumpulan data infografis yang dibuat oleh Pusat Data dan Informasi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Situasi Filariasis Di Indonesia Tahun 2015

Dipublikasikan Pada : FRI, 11 NOV 2016, Dibaca : 1.734 Kali
Saat ini penyakit filariasis telah menjadi salah satu penyakit yang diprioritaskan untuk dieliminasi. Hal ini diperkuat dengan keputusan WHO pada tahun 2000 yang mendeklarasikan The Global Goal of Elimination of Lymphatic Filariasis as a Public Health Problem by the Year 2020. Indonesia sepakat untuk melakukan Program Eliminasi Filariasis yang dilaksanakan secara bertahap dimulai tahun 2002.

Strategi yang digunakan untuk Eliminasi Filariasis yaitu dengan melaksanakan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) filariasis di kabupaten/kota endemis filariasis dan penatalaksanaan kasus klinis filariasis. Satuan pelaksanaan (Implementation Unit) eliminasi filariasis adalah kabupaten/kota, yaitu seluruh penduduk yang tinggal di kabupaten/kota endemis filariasis harus minum obat pencegahan filariasis. Obat yang efektif digunakan untuk POPM filariasis adalah kombinasi DEC/Diethylcarbamazine Citrate dan Albendazole (Kemenkes RI, 2010).

Hingga pada tahun 2015, situasi program eliminasi filariasis yaitu dari 514 kabupaten/kota di Indonesia terdapatnya 239 kabupaten/kota endemis filariasis, hanya 132 kabupaten/kota yang melaksanakan POPM Filariasis dan masih ada 58 kabupaten/ kota endemis yang belum melaksanakan POPM filariasis dikarenakan berbagai kendala. Terdapat 48 kabupaten/kota telah selesai melaksanakan POPM filariasis selama 5 tahun berturut-turut, akan tetapi hanya 26 kabupaten/kota yang lulus tahap evaluasi (TAS) dan 22 kabupaten/kota gagal dalam tahap evaluasi, sehingga harus melaksanakan POPM tambahan selama 2 tahun berurut-turut untuk selanjutnya dilakukan evaluasi kembali.

Infodatin Situasi Filariasis Di Indonesia Tahun 2015 dapat didownload di menu Informasi Publik - Publikasi Data dan Informasi - Infodatin.

Informasi Terkait Lainnya