PUSAT DATA DAN INFORMASI

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

 

1. Layanan Jaringan

Koneksi jaringan komputer baik publik maupun privat (private network) yang berbasis protokol TCP/IP.

 

2. Layanan Collocation

Layanan penitipan tempat untuk meletakan server yang dipergunakan untuk hosting

 

3. Layanan Hosting

Jasa internet untuk membuat halaman website yang telah dibuat menjadi online dan bisa diakses publik.

 

4. Video Conference

Layanan telekomunikasi interaktif melalui audio dan video

 
Kumpulan data infografis yang dibuat oleh Pusat Data dan Informasi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Pusat Data dan Informasi Selenggarakan Pertemuan Validasi Data Kesehatan

Dipublikasikan Pada : FRI, 28 APR 2017, Dibaca : 447 Kali
Sebagai upaya menjamin ketersediaan data dan informasi di tingkat pusat yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan, Pusat Data dan Informasi menyelenggarakan pertemuan Validasi Data Tahun 2017 di Bogor pada tanggal 20-22 April 2017.

Kegiatan ini bertujuan untuk menghimpun data kesehatan yang bersumber dari kabupaten/kota, provinsi, dan pengelola program di tingkat pusat, meningkatkan kelengkapan, kualitas, dan ketepatan waktu data kesehatan dari daerah, mengidentifikasi permasalahan yang ada dalam pengelolaan data/informasi kesehatan, mendapatkan masukan dari daerah dan lintas program mengenai upaya peningkatan tingkat ketersediaan dan kualitas data.
 
Pertemuan Validasi Data dikemas dalam bentuk paparan materi oleh narasumber, diskusi, dan desk data. Desk data merupakan inti dari kegiatan ini, dimana pada proses ini dilakukan pengumpulan, verifikasi dan klarifikasi data antara pengelola data dan informasi di tingkat provinsi dengan tingkat pusat. Sebanyak 32 orang pengelola data dan informasi di tingkat provinsi dan 5 orang pengelola data dan informasi di lingkungan Kementerian Kesehatan berperan serta aktif pada pertemuan ini.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Data dan Informasi. Pada arahan dan paparannya, Kapusdatin menyampaikan bahwa data yang dikelola oleh pemerintah harus bisa diakses masyarakat dan memenuhi standar data, satu meta data tertentu, dan satu portal data. Selain itu juga disampaikan bahwa data harus terintegrasi dengan aliran data yang baik pada tahun 2019. Kapusdatin juga menyampaikan bahwa upaya menjaga kualitas data dapat dilakukan dengan melakukan logical check dan penerapan prinsip-prinsip Penilaian Mandiri Kualitas Data Rutin (PMKDR).
 
Selain arahan dari Kapusdatin, pertemuan Validasi Data juga menghadirkan beberapa narasumber sebagai upaya merespon situasi terkini terkait pengelolaan data dan informasi serta sebagai materi pengayaan untuk menambah pengetahuan peserta pertemuan. Narasumber yang dihadirkan yaitu : Kepala Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan, perwakilan Biro Perencanaan dan Anggaran, Kepala Subdirektorat Penyakit Diabetes Mellitus dan Gangguan Metabolik, dan perwakilan sekretariat SDGs di Kemenkes.
   
Sebagai materi pengayaan bagi peserta pertemuan, Kepala Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan menyampaikan hasil Riskesnas Tahun 2016. Pada sesi tersebut disampaikan bahwa Riskesnas Tahun 2016 memiliki jumlah sampel 16.564 rumah tangga, 34 provinsi, 265 kabupaten/kota, dan 400 puskesmas. Hasil Sirkesnas hanya dapat menggambarkan nasional dan tidak dapat menggambarkan provinsi. Namun demikian, apabila diperlukan, dinas kesehatan provinsi dapat mengirimkan permohonan ke Litbangkes untuk mendapatkan data tingkat provinsi.

Kepala Subdirektorat Penyakit Diabetes Mellitus dan Gangguan Metabolik menyampaikan bahwa target global Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah penurunan 25% kematian akibat PTM. Dengan demikian, perlu dibangun Sistem Informasi PTM karena yang salah satu tujuannya adalah pelaporan data ke PBB untuk memantau target global PTM. Perwakilan Sekretariat SDGs yang juga menjadi narasumber menyampaikan bahwa Monitoring dan evaluasi indikator SDGs dilakukan dengan menggunakan data profil kesehatan Indonesia, survei-survei baik yang dilakukan Kemenkes maupun BPS.

Berita ini dipublikasikan oleh Tim Web Pusat Data dan Informasi, Kementerian Kesehatan RI.

Informasi Terkait Lainnya