PUSAT DATA DAN INFORMASI

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

 

1. Layanan Jaringan

Koneksi jaringan komputer baik publik maupun privat (private network) yang berbasis protokol TCP/IP.

 

2. Layanan Collocation

Layanan penitipan tempat untuk meletakan server yang dipergunakan untuk hosting

 

3. Layanan Hosting

Jasa internet untuk membuat halaman website yang telah dibuat menjadi online dan bisa diakses publik.

 

4. Video Conference

Layanan telekomunikasi interaktif melalui audio dan video

 
Kumpulan data infografis yang dibuat oleh Pusat Data dan Informasi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Workshop Integrasi SIKDA Generik versi 1.4 - P-Care

Dipublikasikan Pada : TUE, 25 JUL 2017, Dibaca : 1.381 Kali
Meningkatkan Penerapan Standarisasi Sistem Informasi Kesehatan melalui
Workshop Integrasi  SIKDA Generik versi 1.4 - P-Care


Kementerian Kesehatan telah mengembangkan aplikasi Sistem Kesehatan Daerah (SIKDA) Generik sebagai sarana untuk mengumpulkan data hasil kegiatan Puskesmas dalam rangka mendukung indikator Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2015-2019 di bidang pengembangn SIK. Sikda Generik juga merupakan salah satu upaya Kementerian Kesehatan dalam menerapkan standarisasi Sistem Informasi Kesehatan sehingga dapat tersedia data dan informasi kesehatan yang akurat, tepat dan cepat dalam mengambil kebijakan di bidang kesehatan baik di tingkat pusat maupun di daerah dengan mendayagunakan teknologi, informasi dan komunikasi (TIK).

Sejak awal pengembangan (2013 s/d 2016) sampai pertengahan tahun 2016 s/d saat ini, SIKDA Generik telah dilakukan beberapa penyesuaian, dari versi offline hingga dapat diakses secara online disesuaikan dengan kebutuhan dan kemajuan TIK, dapat berinteroperabilitas dengan aplikasi pcare BPJS dan Dukcapil Kemendagri. Kedepan nya SIKDA Generik juga akan dikembangkan agar dapat berinteroperabilitas dengan Sistem Informasi lai yang ada di pusat maupun daerah. Untuk itu perlu dilakukan sosialisasi kembali terhadap SIKDA Generik versi terbaru (versi 1.4) melaui workshop SIKDA Generik terintegrasi pcare untuk mendukung manajemen kegiatan di Puskesmas.

Workshop SIKDA Generik terintegrasi pcare yang diadakan selama 3 (tiga) hari telah diselenggarakan di 8 (delapan) provinsi diantaranya provinsi  Aceh, Jambi, Kepri, Bangka Belitung, Lampung, Jawa Timur, DI. Yogyakarta, dan DKI Jakarta sejak bulan Mei hingga Juli 2017. Peserta workshop adalah pengelola SIK di Kabupaten/Kota dan Puskesmas.

Secara umum, workshop ini bertujuan untuk menyosialisasikan SIKDA Generik versi 1.4 agar dapat diimplementasikan di Puskesmas. kebijakan pengembangan SIK di Puskesmas, Namun, pada workshop ini dilakukan pula (1) sosialisasi pengembanagn  SIK di Puskesmas, 2) berbagi ilmu dan pengalaman oleh petugas SIK antar daerah, (3) pengumpulan data kesehatan, (4) identifikasi permasalahan penerapan SIK di daerah, serta (5) pemberian saran/masukan terhadap penyelenggaraan SIK saat ini.

Materi workshop disampaikan oleh narasumber dari Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan provinsi setempat, materi mencakup Kebijakan Sistem Informasi  Puskesmas Terintegrasi, Situasi SIK di Daerah, Penerapan SIKDA Generik Modul Puskesmas dan Implementasi aplikasi SIKDA versi 1.4 terintegrasi pcare.

Sebagian pengelola data puskesmas di Kabupaten/Kota masih mengolah data secara manual, dan sebagian lagi masih menggunakan Sistem Informasi Puskesmas selain SIKDA Generik. Namun Kepala Pusat Data dan Informasi menegaskan, sekarang ini kita tidak lagi mempermasalahkan Sistem Informasi Puskesmas apa yang digunakan, tetapi  bagaimana data tersebut bisa dialirkan ke Kementeriann Kesehatan sehingga  kita bisa  memanfaatkan data bersama. Kementerian Kesehatan menawarkan 3 (tiga) topologi yang bisa di pilih oleh puskesmas dalam menggunakan Sistem Informasi Puskesmas antara lain : (1) Topologi I adalah untuk puskesmas yang belum menggunakan sistem pencatatan dan pelaporan elektronik. Untuk topologi I ini Kementerian Kesehatan menyarankankan mengunakan SIKDA Generik versi 1.4. (2). Topologi II adalah puskesmas yang telah menggunakan SIKDA Generik, namun puskesmas tersebut juga memiliki server sendiri untuk mengolah data yang dibutuhkan di puskesmas dan (3) Topologi III. Puskesmas yang menggunakan Sistem Informasi lain selain SIKDA. Puskesmas ini dapat mengirimkan data ke Kementerian Kesehatan dengan fasilitas pertukaran data/interoperabilitas. Terkait keamanan informasi, untuk kedepannya Kementerian Kesehatan mengharapkan semua data kesehatan ada di server Kementerian Kesehatan sehingga data tidak mudah disalahgunakan.

Hasil yang diperoleh dari acara Workshop Sistem Informasi Puskesmas Terintegrasi adalah
a.    Tersajinya data KIA, gizi dan imunisasi dari puskesmas peserta workshop
b.    Workshop Integrasi SIKDA Generik versi 1.4 P-Care mendukung pencapaian indikator kunci e-kesehatan dan indikator kinerja kegiatan Pusdatin. Indikator kunci e-kesehatan, diantaranya:
  1.    - Penerapan sistem daring (online) data rekam medis di 20%  Fasilitas Kesehatan (Puskesmas & RSUD)  pada 2015 menjadi 50% pada 2019
  •    - Pemutakhiran data dan informasi kegiatan layanan Puskesmas melalui optimalisasi penggunaan sistem daring (online) hingga 40% dari jumlah Puskesmas pada 2015 dan 100% pada  2019

Indikator kinerja kegiatan Pusdatin, yaitu:
   - Jumlah kabupaten/ kota yang melaporkan data kesehatan prioritas (463 kab/kota pada tahun 2019)
   - Jumlah kabupaten/ kota dengan jaringan komunikasi data untuk pelaksanaan e-kesehatan (257 kab/kota pada tahun 2019)
   - Jumlah kabupaten/ kota yang melaksanakan pemetaan keluarga sehat (514 kab/kota pada tahun 2019)

Rencana tindak lanjut dari Workshop Sistem Informasi Puskesmas Terintegrasi ini antara lain:

Tingkat Puskesmas
   - Membudayakan penggunaan pencatatan dan pelaporan elektronik yang real time
   - Menggunakan Sikda Generik 1.4 atau Simpus elektronik untuk meningkatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat dan kualitas data kesehatan

Tingkat Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
   - Advokasi penggunaan Sikda Generik 1.4 di 5 puskesmas peserta workshop
   - Mensosialisasikan pemanfaatan Sikda Generik 1.4 pada puskesmas lain di wilayahnya
   - Memantau dan membantu penggunaan sistem informasi elektonik di puskesmas sebagai upaya peningkatan pelayanan kesehatan dan kualitas data kesehatan
   - Meningkatkan kapasitas SDM puskesmas

Tingkat Dinas Kesehatan Provinsi

   - Mensosialisasikan pemanfaatan Sikda Generik 1.4 pada kabupaten/kota lain di wilayahnya
   - Standarisasi output pencatatan dan pelaporan Simpus untuk disesuaikan dengan Sikda Generik versi 2.0 bagi puskesmas yang menggunakan Sistem Informasi selain Sikda Generik
   - Melakukan peningkatan kapasitas SDM

Pusdatin
   - Melengkapi fitur di Sikda Generik 1.4
   - Melakukan update database sikda
   - Memfasilitasi lebih lanjut upaya bridging dengan pcare
   - Memfasilitasi bridging sistem informasi lainnya, diantaranya SIHA, SITT, SISMAL, SI Gizi, SI Imunisasi
   - Mempercepat proses migrasi sikda  v1.4 ke versi 2.0
   - Melakukan perbaikan fitur cek kesehatan dan konsistensi dari proses input data yang dilakukan terkait keamanan informasi
   - Untuk kegiatan luar gedung diusahakan agar bisa pakai  sikda 1.4


Berita ini dipublikasikan oleh Tim Web Pusat Data dan Informasi, Kementerian Kesehatan RI.

Informasi Terkait Lainnya