PUSAT DATA DAN INFORMASI

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

 

1. Layanan Jaringan

Koneksi jaringan komputer baik publik maupun privat (private network) yang berbasis protokol TCP/IP.

 

2. Layanan Collocation

Layanan penitipan tempat untuk meletakan server yang dipergunakan untuk hosting

 

3. Layanan Hosting

Jasa internet untuk membuat halaman website yang telah dibuat menjadi online dan bisa diakses publik.

 

4. Video Conference

Layanan telekomunikasi interaktif melalui audio dan video

 
Kumpulan data infografis yang dibuat oleh Pusat Data dan Informasi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Rakontek SIK 2018

Dipublikasikan Pada : MON, 23 APR 2018, Dibaca : 396 Kali
Rakontek SIK 2018

Jakarta, 28 Maret 2018

        Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) menyelenggarakan Rapat Konsolidasi Teknis Sistem Informasi Kesehatan (Rakontek SIK) di Hotel Crowne Jakarta pada tanggal 26-29 Maret 2018. Penguatan SIK Terintegrasi Menuju Satu Data sebagai Tindak Lanjut Rakerkesnas 2018 merupakan tema yang diangkat dalam kegiatan Rakontek SIK 2018, menindaklanjuti hasil dari Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) 2018. Hadir dalam pertemuan ini, perwakilan dari 34 Provinsi di seluruh Indonesia, pengelola program di unit utama Kementerian Kesehatan, serta pegawai di lingkungan Pusdatin.

Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan menghimbau kepada para pengelola data, baik daerah maupun pusat, untuk menerapkan kebijakan Program Satu Data. Agar tidak dengan mudahnya mengembangkan aplikasi-aplikasi baru yang sebenarnya sudah ada sebelumnya. Baiknya, aplikasi yang sudah ada tersebut kita perbaiki, lengkapi dan sempurnakan kekurangan-kekurangannya sesuai dengan kebutuhan kita. Ibaratnya, bila daun pohon manga bermasalah, jangan tebang pohonnya, melainkan tebang rantingnya, sehingga tumbuh daun yang baru.

Rakontek SIK 2018 menghadirkan pembicara dari dalam dan luar Kementerian Kesehatan. Dari Kementerian Kesehatan, Kepala Pusdatin, Dr. drh. Didik Budijanto menyampaikan Kebijakan Sistem Informasi Kesehatan Terintegrasi; Inspektur Jenderal, drg. Oscar Primadi, MPH, menyampaikan Pengendalian dan Pengawasan Dana Dekonsentrasi Pengelolaan Data dan Informasi Kesehatan dan DAK Fisik dan Non Fisik SIK; Kepala Badan Litbang Kesehatan, dr. Siswanto, MPH, DTM menyampaikan Analisis Data Stunting, TBC dan Imunisasi; Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran mengenai Kebijakan Perencanaan dan Anggaran dalam Mendukung Sistem Informasi Kesehatan Terintegrasi; dan panel seluruh Kepala Bidang dan Bagian di Pusdatin mengenai Pengembangan SI, Pengelolaan TI dan Penguatan Data Kesehatan dan SPM menuju Satu Data serta Dukungan APBN untuk Mewujudkan Satu Data.

Dari lintas sektor, hadir Direktur Fasilitasi Pemanfaatan Data dan Dokumen, Kementerian Dalam Negeri, yang menyampaikan materi mengenai Potensi Pemanfaatan Data Kependudukan sebagai Data Sasaran Program. Pemateri dari Badan Siber dan Sandi Negara menyampaikan mengenai Keamanan Informasi Bidang Kesehatan. Kementerian Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menyampaikan Sinergisme Data dan Informasi. Selanjutnya, perwakilan dari Kementerian Keuangan hadir menyampaikan Kebijakan Penganggaran Dana Dekonsentrasi Pengelolaan data dan Informasi Kesehatan.

Selain para narasumber dari Kementerian Kesehatan dan lintas sektor, perwakilan dari dinas kesehatan melakukan sharing pengalaman dalam melakukan upaya Satu Data. Dinas Kesehatan Provinsi Aceh berbagi pengalaman dalam implementasi SIKDA Generik di puskesmas di 13 kabupaten/kota di wilayahnya, dan Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara berbagi pengalaman pelaksanaan pemetaan Keluarga Sehat.

Rakontek SIK 2018 memberikan penghargaan kepada kabupaten/kota dan provinsi yang telah melakukan upaya dalam pengelolaan data dan informasi, menuju Satu Data. Penghargaan berdasarkan kategori diberikan kepada: 


  1. 1. Provinsi terbaik dalam pelaporan dan pencapaian SPM
  •    -Provinsi Jawa Tengah
  •    -Provinsi Bali
  •    -Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
  •    -Provinsi DI Yogyakarta
  •    -Provinsi Jawa Timur

2. Provinsi dan kabupaten/kota terbaik dalam pengisian Data Kesehatan Prioritas
  •    -Provinsi Sulawesi Tenggara
  •    -Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali

  1. 3. Kabupaten/kota paling tepat waktu dalam pengisian Data Kesehatan Prioritas
  •    -Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali
  •    -Kabupaten Bangli, Provinsi Bali
  •    -Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur

  1. 4. Kabupaten/kota most progressive dalam pengisian Data Kesehatan Prioritas
  •    -Provinsi Sumatera Barat
  •    -Kapubaten Mappi, Provinsi Papua

  1. 5. Provinsi dengan komitmen terbaik dalam implementasi SIKDA Generik
  •    -Provinsi Jawa Barat
  •    -Provinsi Aceh

  1. 6. Kabupaten/kota terinovatif dalam implementasi SIKDA Generik
  •    -Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur
  •    -Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung
  •    -Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah

Rakontek SIK 2018 memberikan penghargaan kepada Dinas Kesehatn Kabupaten/Kota dan Provinsi sebagai bentuk penghargaan terhadapa upaya mereka dalam menjalankan pengelolaan data kesehatan sebagai upaya mewujudkan Satu Data. Baik pusat dan daerah, internal Kementerian Kesehatan dan lintas sektor, semua bersinergi untuk mewujudkan data berkualitas dan reliable melalui kebijakan Program Satu Data.


Informasi ini disampaikan oleh Tim Website Pusat Data dan Informasi, Kementerian Kesehatan RI. 


Informasi Terkait Lainnya