PUSAT DATA DAN INFORMASI

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

 

Layanan Jaringan
Pusdatin

Koneksi jaringan komputer baik publik maupun privat (private network) yang berbasis protokol TCP/IP.

 
Kumpulan data infografis yang dibuat oleh Pusat Data dan Informasi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Situasi Glaukoma di Indonesia

Dipublikasikan Pada : MON, 05 AUG 2019, Dibaca : 2.487 Kali
Warning: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /var/www/html/site/web_pusdatin/include/template/incSecondPage_Content.php on line 23

Warning: getimagesize(http://www.pusdatin.kemkes.go.id/assets/images/banner/Baner-webpusdatin-infodatin-glaukoma-1.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /var/www/html/site/web_pusdatin/include/template/incSecondPage_Content.php on line 23

Sebanyak 2,78% gangguan penglihatan di dunia disebabkan oleh glaukoma. Dalam kasus kebutaan, glaukoma menjadi penyebab kedua terbesar, setelah katarak, di dunia. Glaukoma pada umumnya tidak memiliki gejala yang jelas. Jika tidak segera ditangani, glaukoma akan menyebabkan penurunan penglihatan irreversible (tidak dapat kembali seperti semula) yang dapat menuju kebutaan. 

Di Indonesia, menurut Riskesdas tahun 2007 prevalensi glaukoma sebesar 0,46%, artinya sebanyak 4 sampai 5 orang dari 1.000 penduduk Indonesia menderita glaukoma. Berdasarkan data aplikasi rumah sakit online (SIRS online), jumlah kunjungan glaukoma pada pasien rawat jalan di RS selama tahun 2015-2017 mengalami peningkatan.

Infodatin Situasi Glaukoma di Indonesia ini dapat di-download di menu Informasi Publik - Publikasi Data dan Informasi - Infodatin.

Informasi Terkait Lainnya