PUSAT DATA DAN INFORMASI

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

 

Layanan Jaringan
Pusdatin

Koneksi jaringan komputer baik publik maupun privat (private network) yang berbasis protokol TCP/IP.

 
Kumpulan data infografis yang dibuat oleh Pusat Data dan Informasi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Workshop Web 2019: ``Website Mendukung Satu Data Kesehatan``

Dipublikasikan Pada : MON, 11 MAR 2019, Dibaca : 2.057 Kali
Jakarta, 4 Maret 2019

Website merupakan salah satu media yang digunakan oleh Kementerian Kesehatan untuk mendiseminasikan informasi bidang kesehatan. Selain sumber daya yang terlatih dan berkualitas, pengelolaan website yang baik sangat ditentukan pula oleh konten yang selalu diperbaharui dan terpercaya (reliable). Tata kelola website yang baik mendorong percepatan implementasi Satu data Kesehatan. Demikian disampaikan oleh Kepala Pusat Data dan Informasi, Dr. drh. Didik Budijanto, M.Kes pada pembukaan Workshop Website 2019 pada 4 Maret 2019 di Hotel Harris, Kota Bekasi, Jawa Barat.  

Secara tugas dan fungsi, pengelolaan web portal Kementerian Kesehatan berada di Pusat Data dan Informasi, berkolaborasi dengan pengelola website satuan kerja di lingkungan Kementerian Kesehatan. Kontribusi informasi dari seluruh satuan kerja menjadikan informasi yang disajikan web Kementerian Kesehatan lebih menyeluruh dan terpercaya. 

Peraturan Presiden (Perpres) 95/2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) merupakan kebijakan keterpaduan pengembangan instansi pusat dan pemerintah daerah. Penggunaan data dan informasi dilakukan dengan mengutamakan bagi pakai data dan informasi antar instansi pusat dan/atau pemerintah daerah. Percepatan implementasi SPBE mengutamakan prinsip keamanan, interoperabilitas dan cost effective melalui penggunaan fasilitas bersama untuk pusat data, jaringan komunikasi pemerintah dan aplikasi umum. Sebagai salah satu aplikasi yang digunakan sebagai media diseminasi data dan informasi, web Kementerian Kesehatan menghubungkan pemerintah dengan masyarakat. Semakin besar interaksi masyarakat dengan website maka semakin besar kebutuhan keamanan informasi untuk web tersebut. 

Menurut Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik, ada dua jenis informasi, yaitu informasi publik dan informasi dikecualikan. Informasi publik wajib diumumkan secara berkala, serta merta, dan tersedia setiap saat. Sementara untuk informasi yang dikecualikan perlu dilakukan uji konsekuensi untuk menyatakan bahwa informasi bersifat ketat dan terbatas. Pada salinan dokumen informasi publik yang akan diberikan ke publik, informasi yang dikecualikan wajib dihitamkan atau dikaburkan penyajiannya.

Workshop juga menampilkan informasi mengenai pentingnya memahami dan menampilkan infografis dalam pengelolaan web. Manusia sebagai makhluk visual lebih mudah dan cepat melakukan proses terhadap informasi gambar dibandingkan dengan teks. Infografis memberi pilihan menarik kepada manusia modern dalam mengosumsi informasi yang beragam dan kompleks secara cepat dan mudah. 

Kemudahan masyarakat mengakses dan memahami informasi menjadi hal terpenting di era digital ini. Tuntutan web untuk tampil menarik, simpel, dan informatif menjadi sebuah keharusan. Materi optimalisasi website dalam smartphone disampaikan oleh Uyung Pramudiarja dari DetikHealth. 

Selain informasi mengenai tata kelola web, workshop menginformasikan kegiatan penilaian web e-Aspirasi 2019 yang akan diikuti oleh web unit utama dan unit pelaksana teknis (UPT) di lingkungan Kementerian Kesehatan serta Dinas Kesehatan Provinsi. Sosialisasi mengenai poin-poin penilaian dijelaskan sebagai masukan para pengelola web untuk menjadikan web lebih menarik dan informatif. Tahun 2019 ini akan menjadi tahun ke-6 pelaksanaan e-Aspirasi web satuan kerja di lingkungan Kementerian Kesehatan dan menjadi tahun ke-4 pelaksanaan e-Aspirasi web Dinas Kesehatan Provinsi. 

e-Aspirasi 2018 diikuti oleh 38 web satuan kerja (unit utama dan UPT) Kementerian Kesehatan dan 29 web Dinas Kesehatan Provinsi. Di tingkat Kementerian Kesehatan, penghargaan diberikan ke 3 pemenang, yaitu: Inspektorat Jenderal, Pusat Krisis Kesehatan, dan Sekretariat Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Sementara di tingkat Dinas Kesehatan Provinsi, penghargaan diberikan kepada Provinsi Aceh, Provinsi Lampung dan Provinsi Sumatera Selatan. Diharapkan e-Aspirasi 2019 dapat diikuti oleh lebih banyak unit utama dan UPT di lingkungan Kementerian Kesehatan serta Dinas Kesehatan Provinsi. 

Penilaian dan penghargaan yang dilakukan bukan hanya untuk membuat peringkat namun terutama memberi masukan kepada pengelola web bagaimana agar web menjadi rujukan utama bagi masyarakat dalam mencari informasi bidang kesehatan. Semakin menarik dan informatif sebuah web, maka akan semakin besar peluag web tersebut menjadi rujukan pencarian informasi oleh masyarakat. Dengan demikian, tujuan utama menjadikan web Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan sebagai pintu informasi bidang kesehatan dapat terealisasi. Informasi yang beredar dan dimanfaatkan oleh masyarakat adalah informasi yang akurat dan terpercaya. Hal ini akan semakin mendukung percepatan implementasi Satu Data Kesehatan Indonesia. 

Informasi ini disampaikan oleh Tim Website Pusat Data dan Informasi, Kementerian Kesehatan RI.

Informasi Terkait Lainnya