PUSAT DATA DAN INFORMASI

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

 

Layanan Jaringan
Pusdatin

Koneksi jaringan komputer baik publik maupun privat (private network) yang berbasis protokol TCP/IP.

 
Kumpulan data infografis yang dibuat oleh Pusat Data dan Informasi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Validasi Data, Salah Satu Upaya yang Sangat Penting untuk Bisa Menghasilkan Data yang Berkualitas

Dipublikasikan Pada : MON, 03 AUG 2020, Dibaca : 231 Kali
Jakarta, 27 Juli 2020

Data merupakan hal yang sangat penting dan berharga terlebih lagi pada kondisi pandemic COVID19 seperti ini, banyak orang berlomba-lomba untuk mendapatkan data, terutama data individu dan data kesehatan. Untuk itu, menjaga keamanan data merupakan hal yang sangat penting karena saat ini data merupakan aset yang bernilai tinggi, sehingga banyak orang yang ingin memiliki dan memanfaatkannya (baik itu pemanfaatan yang baik maupun yang kurang baik).

Untuk itu pengelola data harus lebih aware tidak hanya pada dirinya sendiri tapi juga membantu masyarakat untuk melindungi data pribadi juga data lain yang sifatnya rahasia.

Hal diatas adalah cuplikan dari paparan tentang keamanan data yang disampaikan oleh Kepala Pusat Data dan Informasi, drh. Didik Budijanto, M. Kes di hotel Westin, Jakarta Selatan pada hari Senin, tanggal 27 Juli 2020 pada acara Pertemuan Validasi Data Kesehatan yang diadakan oleh Pusat Data dan Informasi, Kementerian Kesehatan.

Validasi data merupakan salah satu upaya yang sangat penting untuk bisa menghasilkan data yang berkualitas sehingga bisa menghasilkan informasi yang benar dan tidak meresahkan. Hal itu juga merupakan salah satu tujuan diadakannya pertemuan tersebut selain juga untuk menyediakan data kesehatan rutin, data dasar puskesmas, dan data SPM yang tepat waktu dan konsisten, juga tersedianya data sasaran program.

Data kesehatan rutin sangat dibutuhkan dalam pengelolaan data dan informasi di tingkat pusat maupun daerah dan merupakan indikator yang dipantau. Data sasaran program diperlukan oleh program dan daerah untuk menentukan jumlah sasaran sehingga dianggap perlu untuk belajar menghitung data sasaran progam dan tidak mengandalkan BPS selalu.

Pertemuan Validasi Data Kesehatan ini diikuti oleh pengelola SIK dari 34 provinsi, pengelola data di program, serta narasumber dari lintas sektor dan lintas program. Untuk peserta dari provinsi, Pusdatin melaksanakan pertemuan secara daring tentunya dengan tetap memperhatikan dan menjalankan protokol Kesehatan.

Selain topik tentang Perlindungan Keamanan Data Pribadi, di pertemuan ini juga disampaikan paparan tentang Analisis Big Data dalam Kasus Pandemi oleh Panji Wasmana, Chief Technology Officer, IBM Indonesia. Dalam paparannya Panji menyampaikan tentang apa itu data, manfaat, cara proses dan analisis big Data. Yang menarik dari paparannya adalah bahwa Big data dapat membantu Kementrian Kesehatan untuk mengelola data dan menghasilkan berbagai wawasan yang membantu proses pengambilan keputusan.

Materi lain yang disampaikan dalam pertemuan ini adalah, Pengelolaan Data COVID 19 di Indonesia oleh Kepala Bidang Pengelolaan Data dan Informasi, Boga Hardhana, S.Si, MM. Serta agenda lain adalah Review Data dan Informasi : Profil Kesehatan Kab/Kota, Data Standar Pelayanan Minimal, dan Data Dasar Puskesmas yang disampaikan oleh Kepala Subbidang Data dan Analisis, Farida Sibuea, MSc. PH. 

Menutup paparannya, Kepala Pusat Data dan Informasi menyampaikan dan menghimbau kepada rekan pengelola data di pusat dan di provinsi agar tetap bekerja dan berproduktif dalam tatanan hidup yang baru dengan tetap mengirimkan dan melakukan pelaporan data kesehatan secara rutin agar informasi kesehatan bisa dihasilkan dengan kualitas yang baik. Dan pimpinan bisa memanfaatkan data dan informasi tersebut untuk pengambilan keputusan, tentunya dengan tetap menjaga kedaulatan data.

Informasi Terkait Lainnya