PUSAT DATA DAN TEKNOLOGI INFORMASI

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

 

Layanan Jaringan
Pusdatin

Koneksi jaringan komputer baik publik maupun privat (private network) yang berbasis protokol TCP/IP.

 
Kumpulan data infografis yang dibuat oleh Pusat Data dan Informasi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Lansia Berdaya, Bangsa Sejahtera

Dipublikasikan Pada : THU, 19 MAY 2022, Dibaca : 87.475 Kali

Dunia saat ini dihuni lebih dari 2 milyar penduduk yang tersebar di 195 negara. Negara-negara tersebut berlomba dalam mewujudkan kesejahteraan warganya dengan memanfaatkan seluruh sumber daya yang dimiliki. Selain sumber daya alam, penduduk merupakan salah satu aset vital yang berperan dalam pembangunan sebuah negara.
  
Struktur dan komposisi penduduk dapat diukur melalui piramida penduduk. Negara maju pada umumnya memiliki bentuk piramida penduduk konstruktif (tua), yaitu dengan ciri  jumlah kelompok umur muda sedikit, menurunnya tingkat kelahiran dan kematian, meningkatnya angka harapan hidup, perlambatan pertambahan penduduk, dan rasio ketergantungan yang rendah. (disandingkan/infografik perbedaan piramid penduduk konstruktif - piramid penduduk ekspansif)

Negara berkembang biasanya memiliki gambaran piramida penduduk ekspansif (muda) dengan karakteristik, sebagian besar penduduk berusia muda, penduduk lanjut usia relatif sedikit, angka kelahiran lebih besar daripada angka kematian, pertumbuhan penduduk sangat cepat, membutuhkan banyak lapangan pekerjaan, dan rasio ketergantungan besar.

Dunia saat ini dihuni lebih dari 2 milyar penduduk yang tersebar di 195 negara. Negara-negara tersebut berlomba dalam mewujudkan kesejahteraan warganya dengan memanfaatkan seluruh sumber daya yang dimiliki. Selain sumber daya alam, penduduk merupakan salah satu aset vital yang berperan dalam pembangunan sebuah negara.  

Struktur dan komposisi penduduk dapat diukur melalui piramida penduduk. Negara maju pada umumnya memiliki bentuk piramida penduduk konstruktif (tua), yaitu dengan ciri  jumlah kelompok umur muda sedikit, menurunnya tingkat kelahiran dan kematian, meningkatnya angka harapan hidup, perlambatan pertambahan penduduk, dan rasio ketergantungan yang rendah. (disandingkan/infografik perbedaan piramid penduduk konstruktif - piramid penduduk ekspansif)

Negara berkembang biasanya memiliki gambaran piramida penduduk ekspansif (muda) dengan karakteristik, sebagian besar penduduk berusia muda, penduduk lanjut usia relatif sedikit, angka kelahiran lebih besar daripada angka kematian, pertumbuhan penduduk sangat cepat, membutuhkan banyak lapangan pekerjaan, dan rasio ketergantungan besar.

Permasalahan Lansia Global

Baik negara maju maupun negara berkembang memilki tantangan yang sama dalam menghadapi peningkatan jumlah kelompok usia lanjut yang menunjukkan kecenderungan peningkatan. Secara alamiah, lansia mengalami penurunan fungsi tubuh yang merupakan akumulasi dari kerusakan pada tingkat seluler dan molekuler yang terjadi dalam waktu yang lama atau yang disebut juga dengan penuaan. Proses penuaan ditandai dengan penurunan kemampuan fisik dan psikis, peningkatan risiko penyakit yang berujung pada kematian. 

Penuaan tidak hanya berkaitan dengan perubahan biologis. Fase ini juga berhubungan dengan perubahan dalam kehidupan seseorang, seperti masa pensiun, perpindahan menuju perumahan pemukiman yang lebih layak, dan kematian teman atau pasangan. Upaya kesehatan masyarakat yang dilakukan untuk menjamin produktifitas dan kesejahteraan lansia sebaiknya tidak hanya berfokus pada penurunan fungsi biologis tubuh, namun juga harus mempertimbangkan faktor psikososial yang berhubungan dengan perubahan lansia dalam perannya sebagai bagian dari keluarga dan masyarakat. 

Badan kesehatan dunia (WHO) mengestimasikan antara tahun 2015 dan 2050 persentase penduduk usia 60 tahun ke atas akan meningkat hampir dua kali lipat dari 12% menjadi 22%. Pada tahun 2020, lansia berumur 60 tahun ke atas akan melebihi jumlah penduduk balita. 

Pada tahun 2050 jumlah penduduk lansia diperkirakan akan mencapai 2 milyar jiwa, dan sebanyak 80% dari lansia di dunia berada di negara dengan pendapatan rendah dan sedang. Peningkatan jumlah penduduk lansia tersebut lebih cepat pada masa kini dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini tentu saja mengubah gambaran sebelumnya ketika hanya negara maju saja yang menghadapi permasalahan lansia. Kini, hampir semua negara di dunia akan menghadapi tantangan yang sama untuk menjamin sistem kesehatan dan dukungan sosial mampu menghadapi perubahan komposisi penduduk tersebut.

Penambahan umur pada penduduk yang diindikasikan dengan penambahan jumlah lansia, tidak hanya menjadi tantangan, namun juga merupakan peluang. Penambahan usia harapan hidup memberikan kesempatan untuk menjalani aktivitas lebih lama seperti pendidikan, karir, dan bidang-bidang pekerjaan yang selama ini cenderung terabaikan. Orang yang lebih tua juga dapat berkontribusi bagi keluarga dan masyarakat. Peluang bagi lansia untuk bisa memberikan kontribusi yang lebih tergantung pada satu faktor krusial, yaitu kesehatan. 

Informasi Terkait Lainnya